• Hasil satu studi menyimpulkan jika membelai bayi dengan lembut menolong mereka menangani perasaan ngilu sebelum melakukan mekanisme medis. 

     

    Riset yang dikerjakan oleh University of Oxford serta Liverpool John Moores University di Inggris, memonitor kegiatan otak dari 32 bayi waktu mereka melakukan tes darah--yang dapat begitu membuat depresi buat bayi. 

     

    Dengan separuh bayi dibelai dengan sikat lembut awal mulanya, eksperimen memakai electroencephalogram (EEG) yang mengukur ledakan kecil kegiatan listrik di permukaan otak. Beberapa periset memerhatikan pengurangan impuls listrik yang terarah di pusat-pusat ngilu otak diantara beberapa bayi yang tengah dibelai mudah, tapi masih tetap bereaksi pada sentuhan pendek serta cepat. 

     

    Penulis studi, Rebeccah Slater, profesor pengetahuan saraf pediatrik di University of Oxford, menjelaskan, "Sentuhan nampaknya mempunyai kekuatan analgesik tiada resiko resikonya." 

     

    Kegiatan EEG pada bayi awal mulanya sudah dapat dibuktikan bertambah sesudah tes darah, tapi lebih rendah saat intervensi, seperti obat penghilang perasaan sakit, dikasihkan awal mulanya. 

     

    Hasil tunjukkan, kegiatan di lokasi otak yang berkaitan dengan perasaan sakit menyusut sampai 60 % saat bayi dibelai, tapi cuma saat pada kecepatan 3cm per detik. Ini ialah dampak yang serupa sesudah pemakaian obat penghilang perasaan sakit topikal. 

     

    "Kami berhipotesis jika membelai akan kurangi kegiatan otak yang terkait dengan perasaan sakit, jadi kami suka memandangnya," kata Slater. 

     

    Di bagian ke-2 riset, sekitar 16 bayi dibelai dengan kecepatan 3cm per detik sebelum melakukan heel lance. Cara yang biasa dipakai untuk ambil darah dari bayi yang baru lahir. 

     

    Bayi-bayi ini mempunyai 40 % kegiatan otak yang menyusut di lokasi yang berkaitan dengan perasaan sakit dibanding dengan 16 bayi kontrol yang tidak dibelai. 

     

    Ekspresi muka pun diawasi pada paruh ke-2 eksperimen. Akhirnya tunjukkan membelai turunkan pertanda perasaan sakit seperti alis berkerut serta mata yang dipejam erat, hampir 50 %. 

     

    Dalam ke-2 riset, semua bayi membentak waktu peristiwa tes darah diawali, bahkan juga saat mereka dibelai. 

     

    "Orangtua dengan intuitif membelai bayi mereka pada kecepatan maksimal ini," kata Slater. "Bila kita bisa lebih mengerti dasar-dasar neurobiologis dari tehnik seperti pijat bayi, kita bisa tingkatkan kualitas pendapat yang dikasihkan pada orangtua mengenai langkah menghibur bayinya." 

     

    Kecepatan maksimal membelai aktifkan neuron sensorik di kulit yang dimaksud “C-tactile afferents”, yang sudah dapat dibuktikan kurangi perasaan sakit pada seorang dewasa. 

     

    Akan tetapi, awal mulanya tidak jelas apa bayi mempunyai tanggapan yang sama atau apa mereka berkembang bersamaan dengan waktu. 

     

    "Ada bukti yang tunjukkan jika C-tactile afferents bisa diaktifkan pada bayi serta sentuhan yang lamban dan lembut bisa menghidupkan pergantian kegiatan otak pada bayi," kata Slater. 

     

    Ini bukan studi pertama yang tunjukkan jika sentuhan berefek pada bayi. Skin-to-skin atau dikenal juga menjadi cara kangguru (dimana bayi prematur dipeluk supaya sama-sama bersentuhan dengan kulit untuk menggerakkan ikatan orangtua-bayi serta mungkin kurangi perasaan sakit) sudah dapat dibuktikan menolong bayi baru lahir. Sama dengan mengeset suhu tubuhnya, tingkatkan kebal badan, menggerakkan detak jantung, serta pernafasan yang sehat, pun tingkatkan berat tubuh yang sehat, menurut Parents. 

     

    Slater menjelaskan, riset yang dia kerjakan, diedarkan dalam jurnal Current Biology, bisa menuturkan bukti mitos dari kemampuan yang menentramkan dalam praktek berbasiskan sentuhan seperti pijat bayi serta perawatan cara kangguru. 

     

    "Pekerjaan awal mulanya sudah tunjukkan jika sentuhan bisa tingkatkan ikatan orang-tua, kurangi depresi buat orang-tua serta bayi, dan kurangi lamanya tinggal di dalam rumah sakit.” 

     

    Beberapa penulis riset sekarang merencanakan untuk mengulang eksperimen mereka pada bayi prematur yang jalan sensoriknya masih tetap berkembang. 

     

    Memeluk "semenjak awal serta seringkali" pada bayi pun mempunyai faedah kognitif. Seperti dikutip dari Reuters (18/3/2017), "sentuhan suportif yang disengaja" sudah diketemukan "betul-betul terpenting buat perubahan otak bayi," kata Nathalie Maitre dari Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, Ohio, Amerika Serikat.

     

    Sumber : cara harian


    your comment
  • Lantai 2 Sempoa SIP, Jalan Muding Indah X No. 7, Kerobokan, Kuta Utara saat itu juga berganti jadi panggung Beverly Hills, Jumat (9/11) siang. 

     

    John Forbes Nash, Jr. (dimainkan Russell Crowe, red) dalam siaran perdana film A Beautiful Mind, Kamis 13 Desember 2001 kemarin hidup kembali. 

     

    Pakar matematika Amerika Serikat pemenang Hadiah Nobel 1994 yang wafat tahun 2015 (86 tahun) pasti setuju udah temukan calon alternatif melalui pribadi Neilson Gunawan, 7. 

     

    Siswa kelas 2 Regents School, Bali, yang saat ini menduduki peringkat 1 American Mathematics Olympiad (AMO) 2018 se-Indonesia ini mau rayakan hari Pahlawan, Sabtu (10/11) ini hari lewat cara spesial, yaitu berlatih sempoa. 

     

    Karenanya Jumat (16/11) lain kesempatan Neilson akan mewakili Indonesia pada Singa Singapore Math di Kuala Lumpur, Malaysia. 

     

    “Bahasa Inggris, IPA, Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia. Ialah pelajaran yang ekslusif. Ada tiga kembali coba terka! ” kata Neilson terhadap Jawa Pos Radar Bali kala ditanyai pelajaran yang digemarinya tidak hanya matematika. 

     

    Pertanyaan itu ia jawab sendiri : Bahasa Bali, Leader in Me, serta CD (Class Discussion) . Cas cis cus, Neilson cerita dengan cara runtut perihal segalanya di Regents School. 

     

    Di mulai dari nama rekan, kegiatan membaca buku di perpustakaan sampai awards (penghargaan) diakhir semester. Termasuk juga hukuman jika telat serta nakal. 

     

    Tidak cuma cerita, ia pun mendemokan beberapa pergerakan yang dipelajarinya di sekolah. Menanggapi perbuatan itu, Ibunda Neilson, Sherly, menyebutkan anaknya dengan arti radio rusak. 

     

    “Waktu tidak ada apa-apa (lomba, red) ya mirip ini. Seperti radio rusak. Namun perbedaannya biarpun tengah bermain anak Sempoa SIP kala dikasih bab hitungan mereka masihlah dapat melakukannya, ” papar istri Dhany Gunawan itu. 

     

    Seperti apakah kekuatan Neilson yang pada 2018 mendapatkan lima medali emas di arena World Mathematics Invitational 2018 (final di Korea Selatan) , 

     

    Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) 2018, American Mathematics Olympiad (AMO) 2018, Thailand International Mathematics Olympiad (TIMO) ? Sherly menjawab penuh kepercayaan. 

     

    “Kalau dari sisi berhitung Neilson saat ini dapat menambahkan serta pengurangan dengan membayang atau tiada butuh sempoa sampai ke beberapa ribu. 

     

    Kalaupun perkalian serta pembagian juga dapat membayang sampai beberapa ribu, ” tuturnya sekalian berikan contoh perkalian pembagian itu seperti 367x86 atau 4271x8. 

     

    “Jadi beberapa ratus kali beberapa puluh atau beberapa ribu kali grup. Tiada alat dapat, ” sambung Director Sempoa SIP Bali yang beroperasi semenjak Januari 2016 kemarin. 

     

    Berkaitan kekuatan pemikiran, Sherly terasa Neilson sama dengan anak kelas 3 SD. Menariknya, berlatih sempoa jelas Sherly tidak belajar matematika ; akan tetapi aritmatika serta pengoptimalan kekuatan otak anak. 

     

    Dirinya sendiri pun pastikan Neilson serta beberapa puluh anak berprestasi didikan Sempoa SIP jauh dari arti depresi. 

     

    “Neilson tahu angka seperti menyerap bahasa. Di usianya saat ini berikut kekuatan itu dapat berkembang dengan cara optimal sampai umur 12 tahun lantaran umur 3-12 tahun 

     

    ialah periode keemasan otak anak. Ia benar-benar tidak takut pada angka. Jadi mencintainya. Tersebut keyword belajar sempoa, ” tegasnya. 

     

    Disinggung bab peluang Neilson disandingkan atau berlaga dengan Gubernur Bali Wayan Koster yang pakar matematika, Sherly tersenyum. 

     

    “Amin Pak. Mudah-mudahan anak-anak ini dapat membawa harum nama Indonesia serta Bali terutamanya. Senantiasa jelas terkadang cukup kasihan ama anak-anak berprestasi ini. Apresiasinya memang kurang, ” tutupnya.


    your comment
  • Diakhir semester ini, ulangan selalu diselenggarakan silih berubah. Ditambah lagi, kamu yg bakal lulus mesti kerap lakukan ujian seperti try out serta simulasi. Tetapi, ada-ada saja situasi yg membuat kita tidak pernah belajar hingga selanjutnya " blank " pas tes ; Tidak tahu harus menjawab apakah. Oleh karena itu, kalau kamu yg alami kondisi mendorong begini, coba 6 panduan menjawab asal yg sangat ampuh waktu ikuti ujian dibawah ini! 

     

    1. Tentukan jawaban yg punyai banyak kemiripan dengan alternatif lain 

    Coba cermati bab diatas. Pilihan B, C, D, serta E punyai kemiripan angka pertamanya yakni 2/3. Terus diteruskan dengan bentuk operasi yg sangat banyak ialah (-) . Angka setelah itu berwujud angka 1/4 serta 3/4. Sebab yg sangat banyak dalam pilihan ialah 3/4, karena itu tentukan 3/4. Jadi, bisa diambil kesimpulan jika jawaban yg pas ialah B. 

     

    2. Kalau ada bab barisan, tentukan angka menurut barisan dengan banyaknya pilihan sangat banyak 

    Pada bab diatas, semua pilihan memiliki barisan pertama 5/6, lantas lanjutkanlah dengan barisan ke dua yg punyai angka yg sama, yakni 2/3, serta teruskan kembali dengan angka yg sama pada barisan ke-tiga 4/9. Karena itu telah bisa dipastikan jika jawabannya ialah C. 

     

    3. Kalau waktu telah sempit, cari pilihan yg sangat sepi atau sangat ramai 

    Kebanyakan kita melupakan beberapa bab kalau kita tidak bisa menjawabnya. Saat saatnya bakal habis, kita sendirilah yg kalang kabut menerka-nerka jawabannya. Kalau kita tidak miliki banyak sekali waktu, kita dapat gunakan panduan yg satu ini. Cermati lembar jawaban dari ujung atas sampai ujug bawah, mungkin lebih kurang dari nomer 1 hingga 10. Cermati pilihan manakah yg sangat dikit di pilih. Kebanyakan soal ini sukses kalau kita melaksanakan bab dari pemerintah. Kalau bab ulangan nyata-nyatanya produksi gurumu, tambah lebih baik kalau menentukan pilihan yg sangat banyak di pilih, sebab kebanyakan guru lebih puas ulangi pilihan jawaban. 

     

    4. Jangan sampai ngasal tiada memandang 

    Yg ini nih, yg harus diawasi. Umumnya sebab kehabisan waktu, kita kerap cepat-cepat menjawab tiada memandang bab serta langsung asal silang saja LJK yg kosong. Jangan sampai pakai tehnik itu kembali ya, teman akrab. Dikarenakan, kalau kita perhatikan bab satu per satu, kita masih tetap dapat mengira yg manakah jawaban yg sangat sukses atau dapat memilih jawaban yg kita kenal tidak pas. Kalau kita asal silang, bisa jadi kita kehilangan peluang mendapat jawabannya. 

     

    5. Kalau memang tidak pernah memandang bab, beginilah metode ngasalnya 

    Nyata-nyatanya situasi memang tidak sangat mungkin buat perhatikan bab kembali. Terus, apakah yag mesti dikerjakan kalau bab kosong masih tetap banyak sekali? Jawablah dengan asal, namun cukuplah pilih satu kolom saja. Jadi contoh, jawab saja C dari pertama hingga akhir, sedikitnya ada jawaban yg benar ketimbang kita menjawab bermacam jenis pilihan yg nyata-nyatanya salah semua? 

     

    6. Paling akhir, berdoa tiap-tiap bakal menjawab bab 

    Berdoa tiap-tiap menjawab bab dengan ngasal memang terdengar aneh, sebab salah kita sendiri yg tidak belajar buat ulangan. Namun soal ini dapat ampuh kalau kita betul-betul yakin serta menyerahkan semuanya pada Tuhan. Jadi biarpun nilai tidak baik, masih mendapatkan karunia. Benar tidak? 

     

    Nah, itu ia beberapa panduan yg dapat kamu pakai buat menjawab bab saat tersudut serasi ujian. Yanh utama, tidak nyontek!


    your comment
  • Putri Dela Karneta yaitu hanya satu penyelam wanita dari Basarnas yang turut dalam evakuasi pesawat Lion Air JT-610. Terhadap wartawan BBC News Indonesia Famega Syavira Putri serta Oki Budhi, wanita berumur 30 tahun itu bercerita pengalamannya, ketakutannya, serta bagaimana ia perlihatkan kalau wanita bukan sekedar hiasan dalam team yang sejumlah besar terdiri atas lelaki. 

     

    Nama saya Putri Dela Karneta, 30 tahun, saya hanya satu penyelam wanita Basarnas yang turut dalam evakuasi jatuhnya Lion Air JT-610 di perairan Karawang. Hari itu, kala saya pertama-tama menyelam, cuaca cerah serta air laut benar-benar biru, seperti tdk ada soal tidak baik yang sempat berlangsung dalam lautnya. Pelan-pelan saya menyelam, sekalian menyaksikan ke alat pengukur kedalaman. 20 mtr., 25 mtr., lalu saya menyaksikan dasarnya. Saya menyaksikan ada banyak puing-puing terhampar awut-awutan di basic laut. Luas sekali. Ada kabel-kabel berantakan, plastik plastik, ada sisi pesawat yang telah berubah menjadi beberapa bagian kecil. 

     

    Saya terasa susah, kecuali sebab puing yang berantakan, tetapi ada juga beberapa bagian badan. Saya berupaya meredam perasaan sedih itu lewat cara berupaya konsentrasi. Sebab kalau ikuti perasaan, tentunya saya akan tidak dapat kerja dengan optimal. Dalam laut, berasa benar-benar sunyi. Cuma ada saya serta diri saya sendiri. Saya lantas berupaya tidak untuk bicara dengan diri pribadi, sebab saya ketahui itu dapat membuat saya tdk konsentrasi. Sebab saya Muslim, teknik saya buat selalu konsentrasi yaitu dengan berzikir dari mulai masuk ke air hingga sampai keluar. Berzikir menolong saya buat konsisten konsentrasi mencermati apakah yang ada di sekitar saya. 

     

    Putri Dela Karneta, hanya satu penyelam wanita Basarnas dalam evakuasi Lion Air JT610. 

    Lalu saya serta team mulai bekerja dalam lingkaran buat mencari jenazah, sebab Basarnas konsentrasi mencari jenazah, bukan puing. 

     

    Team saya terdiri dalam empat orang, satu orang membawa kantong buat wadah jenazah sebelum dibawa ke permukaan. 

    Kami tengah melihat ulang adakah bagian badan di lebih kurang puing, kala salah satunya teman menunjuk ke suatu potongan badan. Saya mendapatkannya, merasa lunak, lantas masukkan ke plastik, baru plastik itu dimasukkan kantong mayat. Ini yaitu kali pertamanya saya mengerjakan penyelaman di laut dalam buat penyelamatan. Operasi yang sangat banyak saya melakukan yaitu penelusuran serta penyelamatan di air, sebab di Lampung banyak masalah orang terbenam. Di sungai, saya menyelam di kedalaman hingga sampai 10 mtr.. Laut serta sungai miliki rintangannya sendiri. Sungai miliki jarak pandang 0. Jadi kami cuma dapat meraba. Kami gunakan senter, itupun sedikit menolong. Medan lebih sempit, serta dibawah banyak kayu melintang, batu-batu, lubang, kami tidak jelas sebab tdk dapat menyaksikannya serta cuma dapat meraba-raba. 

     

    Di laut, meskipun lebih dalam, jarak pandangnya lebih luas, dapat menyaksikan ke sekitar, depan belakang. 

    Disaat pertama-tama dengar kabar kalau ada pesawat yang hilang, saya dengan gairah ajukan diri buat turut dalam evakuasi. Kapal kami angkat sauh dari Lampung selekasnya sehabis penelusuran diawali, serta datang di perairan Karawang hari Selasa pagi hari. Kapal gak hentinya bergoyang. Dua hari pertama, saya mabuk laut. Semua yang saya makan, keluar kembali. Tetapi lama kelamaan perasaan mabuk laut itu hilang, ombak yang gak hentinya menggoyang kapal merasa seperti ayunan. 

     

    Saya awalannya terasa kuatir dengan kekuatan saya sendiri. Tetapi, senior-senior menunjuk saya buat menyelam, serta berikan semangat hingga keyakinan diri saya bangun. Bila saya menyerah, saya akan tidak tahu hingga sampai batas manakah saya dapat menolong. 

     

    Saat 12 hari di Tanjung Karawang, dalam misi penelusuran yang benar-benar melelahkan, malahan saya dapat tidur dengan simpel, sebab memang letih. Kepayahan, yaitu permasalahan penting yang dirasa oleh kami team penyelamat. Tetapi kami mencari penghiburan kedua-duanya, lewat cara sama sama bercanda serta berikan semangat. 

    Tetapi sehabis pulang, di hari pertama dalam rumah, baru terbayang di kepala saya. Apakah yang tempo hari saya tonton dalam laut, seperti kembali pada dalam bayangan saya. 

     

    Yang sangat membekas yaitu menyaksikan jenazah anak-anak, sebab, anak-anak masihlah benar-benar polos. Mereka tdk memahami kondisi yang dapat menerpa ia kala pesawat jatuh, serta berfikir perihal hal demikian membuat saya susah sekali. Sebagian orang menganggap kalau pekerjaan menjadi petugas penyelamat di Basarnas yaitu pekerjaan yang kami melakukan cuma untuk penghasilan. Menjadi pegawai Basarnas, saya yaitu PNS grup II A. Kami memang memperoleh penghasilan dari pekerjaan ini, tetapi pekerjaan ini bisa jadi beban kalau tdk dikerjakan dari dalam hati. Membawa jenazah yang tidak normal kembali kondisinya, contohnya saya sempat mengevakuasi jenazah yang telah 1bulan wafat, menyelam 12 hari di laut, misi penelusuran beberapa bulan, kalau motivasinya cuma penghasilan, saya anggap dapat letih mengagumkan serta akan tidak kuat. 

     

    Penuh desakan 

    Memang pada tiap-tiap operasi penyelamatan, saya terasa berada di bawah desakan, lantaran keluarga korban tentunya menyimpan angan-angan besar. Dengan bekal dengan bekal kekuatan serta latihan, saya coba menantang perasaan terbebani itu dengan memberi yang terunggul. Saya mau tunjukkan terhadap keluarga korban kalau kami telah serius optimal mengerjakan semua misi. Lalu, keluarga lah yang bisa memandang kemampuan kami. 

     

    Perasaan takut lantas tentunya ada. Tetapi perasaan takut itu kalah dengan hasrat membantu orang yang lain. 

    Meskipun saya tdk kenal beberapa korban, saya menyesuaikan diri di urutan mereka. Bagaimana bila itu berlangsung terhadap orang paling dekat saya? Saya mengandaikan bagaimana orang tuanya, anaknya, istrinya, serta ada pula anak-anak. Pikiran itu berikan motivasi buat mengerjakan apa pun yang dapat saya melakukan buat menolong memperingan beban keluarga korban. 

     

    Terkait : rumus menghitung luas lingkaran

     

    Keluarga korban menaburkan bunga ke tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Meskipun usaha penelusuran udah berjalan lebih dari dua minggu, tetap harus masihlah terdapat beberapa korban yang tdk diketemukan. 

    Di dalam misi, ada salah satunya teman penyelam yang wafat dalam misi penyelamatan. (Simak juga : Seseorang penyelam wafat kala proses evakuasi) Meskipun tdk kenal dengan cara pribadi, saya kerap menyaksikan almarhum kala saling diatas kapal. Sehabis sadari peristiwa itu, perasaan takut saya semakin tambah, tetapi itu malahan membuat saya jadi kian waspada serta menaikkan kewaspadaan. 

     

    Kala penelusuran di stop, memang hasrat mencari masihlah ada. Tetapi kami kerja menurut pedoman. Ditambah lagi, saya lantas telah capek, menyelam serta tinggal diatas kapal saat 12 hari. 

    Tiap-tiap usai operasi SAR saya terasa ditegur, saya seperti dikasih deskripsi buat melakukan perbaikan diri, menaikkan kompetensi. 

    Saya menyaksikan jenazah-jenazah itu serta saya sadar kalau kita tdk miliki daya usaha kalau yang diatas tdk mengijinkannya. Satu kala kelak, kita tidak jelas kapan, dimana serta lewat cara apakah, kita juga pergi dari dunia, serta saya cuma dapat mengharapkan, langkahnya tdk lewat cara bencana besar. Kesadaran ini menggerakkan saya buat menggerakkan diri saya sendiri buat banyak belajar kembali serta mendekatkan diri terhadap yang diatas. 

     

    Dalam operasi penelusuran, pekerjaan kami menjadi Basarnas yaitu mencari serta selamatkan. Bila telah dalam keadaan penyelamatan, kami tdk lihat kembali apa korban orang kaya, apa ia muslim, apa ia orang biasa, itu telah tidak lagi ada. Semua sama dalam keadaan sesuai itu. 

     

    Saya sempat ada pengalaman mencari orang yang dicari polisi. Ia ditembak, masuk ke air serta tidak keluar kembali. Menjadi buron, punya arti kami kenal korban itu seperti apakah, tetapi itu masalah pribadi ia di kehidupan awal mulanya. Demikian ia telah jadi jenazah, tersebut pekerjaan inti kami mencari serta selamatkan. Ingin tidak ingin semua mesti ditolong, apa pun latarnya, apa pun punyai bentuk apa pun keadaannya. Contohnya, saya kala itu mengevakuasi jenazah yang telah wafat lebih dari 1bulan serta mesti membawanya dengan kapal. 

     

    Putri Dela Karneta, hanya satu penyelam wanita Basarnas dalam evakuasi Lion Air JT610. 

    Suport keluarga 

    Saya masuk dengan Basarnas mulai sejak tahun 2013. Awalannya, sebab saya sukai bertualang serta saya mau mengalirkan kegemaran itu buat menolong orang yang lain. Mulai sejak kuliah di Fakultas Hukum Kampus Lampung, saya masuk dengan club penggemar alam. Almarhum bapak saya dahulu yaitu anggota TNI AD, serta itu benar-benar pengaruhi pilihan saya untuk jadi anggota team pencari serta penyelamat Basarnas. Ke-2 adik saya lantas ikuti jejak saya berubah menjadi anggota Basarnas Lampung. 

     

    Ibu saya benar-benar memberi dukungan pekerjaan saya, tetapi setiap saat saya memohon izin buat pergi operasi SAR, yang pertama-tama Ibu mengatakan tentunya " Tetapi kamu tidak perlu menyelam ya? " Saya jawab saja, " Insya Allah bu " . Meski sebenarnya, saya ketahui kalau mustahil saya tdk turut menyelam, sebab saya penyelam. Tetapi saya berupaya bagaimana langkahnya buat menyenangkan orang-tua serta membuat ibu tdk resah, sebab ia cuma seseorang diri dalam rumah sehabis bapak wafat. 

     

    Penyelam wanita 

    Tdk simpel berubah menjadi seseorang penyelamat Basarnas, ditambah lagi menjadi wanita. Jumlahnya kami memang minoritas di Basarnas, tetapi andil kami begitu penting. 

    Kami dapat masuk team penyelamat, komunikasi, humas, staf, serta begitu penting dalam operasi. 

    Di Basarnas, saya terasa tdk dibedakan, rekan-rekan saya nampaknya telah memandang saya seperti cowok juga. Mulai sejak masuk dari 2013 hingga sampai saat ini, saya tak pernah terasa ada batasan dalam karir. 

     

    Pimpinan lantas tak pernah berkata " kamu wanita, jangan sampai berikut jangan sampai demikian " . Saya terasa hak serta keharusan kami sama. Saya tdk terasa wanita lebih lemah dalam pekerjaan berubah menjadi rescuer. Meskipun kerap ada pikiran kalau rescuer yaitu pekerjaan lelaki, tetapi saya yaitu buktinya kalau wanita lantas dapat. Semua pekerjaan rescuer lelaki dapat kita jalankan asal ingin prinsip, konsentrasi, disiplin serta bertanggungjawab. 

    Saya ingin meredam pikiran kalau rescuer wanita di Basarnas itu cuma jadi penghias. Terkadang ada pikiran kalau suatu team penyelamat butuh wanita sebab dapat buat pemanis. 

     

    Terhadap rekan-rekan sama-sama wanita yang kerja di Basarnas, saya mau memberikan pesan kalau kita menjadi rescuer wanita di Basarnas mesti serius bekerja menjadi pencari serta penolong serta jangan pernah dipandang sebagai penghias. Kita mesti serius dapat menjalankan pekerjaan dengan optimal buat perlihatkan kalau perempan bukan sekedar hiasan. 

    Saya mengharapkan saya sendiri serta rescuer wanita dapat mengoptimalkan apakah yang ada di dalam diri kami, tunjukkan prestasi kerja, supaya kami disadari kalau kami memang dapat dihandalkan.


    your comment
  • Seperti sinar jelas dalam kabut tebal, buku pedoman perjalanan serta peta tua jadi pegangan beberapa navigator, penjelajah, musafir serta beberapa ilmuwan di era ke-15 serta ke-16 berjalan beberapa langkah buat beberapa langkah, memetakan dunia serta sangat mungkin kita memanfaatkan jari kita buat menggunakan saat ini. 

     

    Teater Dunia menghiasi lukisan kecil di kapal Ferdinand Magellan, Victoria. 

    Menyaksikan penerapan navigasi di telephone pandai yang mempermudah kita berjalan cepat dari titik A ke titik B udah seperti tradisi baru kita saat ini. Saat ini, ibaratnya, dunia udah masuk dalam saku kita. 

     

    Akan tetapi begitu mengagetkan menyaksikan bagaimana sejumlah era lantas, sewaktu pengetahuan mengenai geografi belum pula seutuhnya dipetakan, serta kepercayaan agama serta ketakutan akan perihal yang tdk didapati masihlah kuat berakar, sesaat sains masihlah berkembang di babak awal. 

     

    " Coba lihat ini, " tutur Mattea Gazzola sambil menunjuk planisfero (peta dunia berupa bundar atau planisfer) yang berumur 570 tahun di muka kami, dengan lengan yang dibungkus sarung tangan. 

     

    " Di samping timur yaitu Firdaus yang diibaratkan menjadi kota bertembok yang dihiasi dengan menara-menara. Di selatan yaitu padang pasir yang panasnya tidak tertahankan, serta di utara terhampar padang pasir yang tdk berpenghuni sebab begitu dingin. Serta di pusat dunia terdapat Yerusalem. " 

     

    Planisfer yang dibikin oleh Gionvanni Leardo berdasar pada mode geosentris Ptolomeus 

    Peta dunia bikinan tahun 1448 yang dilukis diatas perkamen (kulit binatang) oleh kartografer Venesia, Giovanni Leardo, sangat indah serta fantastis. 

     

    Mengkombinasikan mode geosentris Ptolomeus (gagasannya kalau Bumi yaitu pusat Tata Surya) , kepercayaan Kristen, simbol-simbol pagan, teori geografis Arab, serta formula ilmiah, peta itu tampilkan benua-benua menurut pengetahuan beberapa orang Eropa waktu itu, yang dikelilingi samudera nan luas. 

     

    Enam lingkaran konsentris yang digambar mengitari dunia serta di isi dengan angka-angka serta huruf-huruf kecil serta rapi, yang sangat mungkin pemakai mempertimbangkan kapan Paskah datang, penanggalan di tahun itu dan pergantian serta perubahan Bulan. 

     

    Kata 'planisfero' kata Italia yang datang dari bahasa Latin planus (datar) serta sphaera (bundar) , serta cuma ada tiga peta dunia termasyhur yang digambar dengan tangan serta di tandatangani oleh Leardo. 

     

    Yang paling tua (1442) disimpan di Biblioteca Cumunale di Verona ; mengenai yang terkini (1452) disimpan oleh American Geographical Society Library ; serta ada peta pada kedua-duanya (1448) sebagai koleksi kebanggaan Biblioteca Civica Bertoliana di Vicenza, kota kecil di Italia, yang terjepit pada Venesia serta Verona. 

     

    Lima negara yang sangat berpengaruh pada budaya dunia 

    Aliran air bawah tanah Qanat, keajaiban technologi peninggalan Iran kuno 

    Albania : negeri tempat beberapa pemeluk agama sama-sama bergandengan tangan 

    Disimpan di sisa biara Somascan, arsip di Biblioteca Civica Bertoliana berisi beberapa ribu buku serta manuskrip langka. Bila dibariskan, mereka akan membentang lebih dari 19 km.. 

     

    Saat bertahun-tahun, buku-buku itu disumbangkan terhadap perpustakaan itu oleh keluarga-keluarga bangsawan kaya di Vicenza, satu kota yang tenar dengan warisan arsitektur, perdagangan sutera serta perhiasan yang bersejarah, dan kesetiaan mereka terhadap Republik Venesia diwaktu masa kejayaan maritimnya. 

     

    Serta saat ini, sejumlah buku-buku serta manuskrip sangat memiliki nilai serta fantastis itu tergeletak diatas meja kuno besar di muka saya, di ruang arsip perpustakaan yang berdebu. 

     

    Sesungguhnya pedoman perjalanan, buku-buku serta peta-peta ini dipakai oleh beberapa pelaut, akademisi serta musafir di era ke-15 serta ke-16 buat berlayar serta mengeksplorasi dunia. 

     

    Sekalian membolak-balik benda bersejarah itu, Gazzola - pengarsip perpustakaan- menuturkan satu cerita. 

     

    Masa baru pemetaan dunia 

    Pada kurun waktu pada penemuan mesin bikin pada 1440 serta Era Penjajakan, yang menggapai salah satunya puncaknya diakhir era ke-15 serta awal era ke-16, satu revolusi berlangsung dalam seni pembuatan peta serta keterangan mengenai dunia. 

     

    Pengetahuan dari tangan pertama yang didapat dari pelayaran, perdagangan, penemuan-penemuan geografis, perhitungan matematika yang ruwet serta bahkan juga ziarah keagamaan ke arah Tanah Suci ada membanjiri serta merubah garis besar peta pada waktu itu. 

     

    Dalam 150 tahun, mode geografis planisfero ala Leardo udah dibiarkan, serta dunia yang kira-kira kita kenal waktu ini mulai nampak. 

     

    Satu langkah utama pada periode itu yaitu publikasi (pada tahun 1475 di Vicenza) edisi bikin Geografi Ptolemeus dalam bahasa Latin. 

     

    Claudius Ptolemeus, pakar matematika, astronomi serta geografi keturunan Yunani Romawi di era ke-2 Masehi, udah mendeskripsikan dunia yang diketahui terhadap Kekaisaran Romawi waktu itu serta memperlihatkan koordinat geografis di semua tempat. 

     

    Yang nampak lalu, Bumi adalah satu bagian datar seputar 70 derajat yang melebar dari Cadiz ke barat serta India atau Cathay (Cina) mengarah timur. 

     

    Peta yang berdasar pada Geografi Ptolomeus memfasilitasi perjalanan eksplorasi saat era ke-15. 

    Karya Ptolemeus lalu diketemukan kembali oleh seseorang pakar dari Bizantium bernama Maximus Planudes pada era ke-13, serta saat beberapa ratus tahun Ptolemeus dipandang seperti otoritas paling tinggi dalam segala sesuatu sehubungan kartografi serta geografis. 

     

    Sayangnya, peta aslinya sudah hilang, serta Planudes membuat kembali berdasar pada teks serta koordinat terdaftar.  

     

    Sehabis Geografi Ptolemeus dialihkan dari bahasa Yunani ke bahasa Latin pada tahun 1406 , semakin banyak peta yang digambar oleh sejumlah kartografer yang tidak serupa berdasar pada teks, koordinat serta perhitungan matematika dari Ptolemeus. 

     

    Peta-peta ini memfasilitasi perjalanan eksplorasi saat era ke-15 serta jadi pionir kelahiran kembali kartografi. 

     

    Pada 1475, Geografi Ptolemeus edisi Vicenza tdk masukkan peta (cuma teks serta koordinat asli) . Meski demikian, Gazzola perlihatkan pada saya edisi paling akhir karya utama yang diluncurkan di Roma pada 4 November 1490. 

     

    Sekitar 31 peta yang dibuat lewat cara detail, udah diwarnai dengan warna kuning serta kuning tua buat tanah serta warna biru buat lautan, diselipkan pada buku yang besar serta tebal. 

     

    Umumnya buat satu incunabulum (makna yang dipakai buat memperlihatkan buku cetakan edisi sangat awal, khususnya yang dibuat sebelum 1501) , buku itu tdk miliki gambar halaman depan. 

     

    Seperti satu manuskrip, edisi awal dari Geografi Ptolemeus langsung mulai dengan teks tiada pengantar apa pun. 

     

    " Halaman muka yang tampilkan nama penulis, karya serta tanggal bikin serius baru dipakai sehabis tahun 1500, " jelas Gazzola. 

     

    Soal ini berlangsung sewaktu sarjana serta penerbit Aldus Manutius kerjakan revolusi dii dunia bikin. " Dialah yang memulai buku moderen. " 

     

    Di saat dominasi beberapa orang Venesia atas laut Adriatik serta Mediterania, Manutius yang dirikan kantor percetakan Aldine Press (di Venesia) , yaitu orang pertama yang mengenalkan font (huruf bikin) italic, serta menerbitkan lebih dari 130 buku dalam bahasa Yunani serta Latin. 

     

    Pelopor pedoman perjalanan moderen 

    Buku perjalanan seterusnya yang dipertunjukan Gazzola terhadap saya miliki halaman muka yang detail serta dibuat dengan indah. 

     

    Serta satu judul yang benar-benar panjang : Quae intus continentur Syria, Palestina, Arabia, Aegyptus, Schondia, Holmiae, Regionum Superiorum Singuale Tabulae Geographicae. 

     

    Karya Jacobus Ziegler termasuk juga uraian yang memiliki tujuan buat menopang beberapa musafir ke arah tanah Kitabiyah. 

    Ditulis oleh seseorang humanis serta teolog dari Bavaria, Jacobus Ziegler, serta diterbitkan pada tahun 1532 di Strasbourg, ini adalah pelopor pedoman perjalanan moderen. 

     

    Buku ini termasuk keterangan detail mengenai tanah-tanah Alkitab serta memiliki tujuan buat menopang beberapa peziarah dalam perjalanan ke arah kesana. 

     

    Berisi kabar mengenai beragam kota disana serta tradisi-tradisi lokal, hingga membuat type spesifik buat juta-an pedoman perjalanan yang akan diluncurkan di semua dunia mulai saat itu dan lain-lain. 

     

    Gazzola ambil satu buku kecil bersampul kulit yang digambarkan menjadi 'molto geniale' atau 'very clever' dalam bahasa Inggris. 

     

    Ini dia Cosmographia (yang dikenal juga menjadi Cosmographicus Liber) karya seseorang humanis serta pemilik percetakan Jerman, Petrus Apianus. 

     

    Diketahui sebab karyanya di bagian matematika, kartografi serta astronomi, Apianus menerbitkan Cosmographia di tahun 1524. 

     

    Itu yaitu salah satunya karya pertama yang menjadi dasar geografi pada matematika serta pengukuran. 

     

    Karya itu adalah keberhasilannya yang dibuat lagi sekitar 30 kali dalam 14 bahasa. 

     

    Salah satunya yang tengah saya lihat yaitu edisi pertama dalam bahasa Latin yang dibuat pada tahun 1540 di Antwerp (satu diantara tiga pusat percetakan Eropa awal, beserta Venesia serta Paris) 

     

    " Saya datang dari negara yang udah tidak lagi ada " 

    Akhir dari rutinitas keju di Prancis utara 

    Nikmati makan siang (serta perbincangan magis kemudian) unik Spanyol 

    Cosmographia tenar sebab pemanfaatan volvelles, diagram roda dengan sisi yang berputar-putar buat mendalami astronomi serta navigasi. 

     

    Dibikin dengan menumpuk sekian lembar kertas bikin, volvelle membuat instrumen yang ruwet - contoh awal kalkulator atau satu computer analog - yang sangat mungkin pemakai tentukan urutan bintang-bintang, babak bulan serta pertanda zodiac, dan beberapa faktor utama beda dalam pelayaran. 

     

    " Persiapkan lempengan-lempengan kayu buat dibuat di sisi-sisi yang tidak serupa dari volvelles yang ruwet butuh waktu beberapa minggu, " kata Gazzola sambil dengan berhati-hati memutar susunan atas dari satu piranti ini buat perlihatkan terhadap saya kalau kertas yang dipakai buat konstruksi itu dibuat dengan not-not musik pada bagian belakang. 

     

    Tempat percetakan pada waktu itu akan mendaur lagi, bahkan juga hingga sampai potongan paling kecil, sebab tingginya harga kertas. 

     

    Tidak hanya dari empat volvelles, Cosmographia pun tenar sebab berisi peta dunia, sebagai salah yang sangat awal buat memperlihatkan lewat cara detail semua pantai timur Amerika Utara. 

     

    Pengetahuan geografis senantiasa berkembang waktu itu. Salah satunya hal yang berperan buat soal ini yaitu literatur tekhnis perjalanan - kelompok buku sempoa, tarif pelabuhan, glosarium multibahasa, peta serta buku-buku penunjuk jalan - menopang Italian Maritime Republics mendalami serta mengamati rute perdagangan serta kapal-kapal militer di Mediterania. 

     

    Perkamen peta yang digambar dengan memanfaatkan tangan dimaksud 'portolanos' dibikin oleh beberapa kartografer kapal. 

    Beberapa kartografer yang kerja di kapal membuahkan grafik laut yang detail. Gazzola menentukan satu portolano, peta perkamen yang digambar tangan yang memperlihatkan semua pelabuhan yang didapati di Mediterania, kota-kota pesisir, rute angkatan laut, lokasi galangan, serta titik-titik kompas. 

     

    Ikon-ikon kecil mendeskripsikan pembawaan semasing tempat. Umpamanya, ada gambar unta, singa serta burung unta di pantai Afrika. 

     

    Bendera warna-warni berkibar diatas simbol kota yang ditunjuk, serta nama tempat yang tdk terhitung jumlahnya berjejer di garis pantai. 

     

    Portolano datang dari paruh ke-2 era ke 16. Karenanya yaitu alat kerja, karena itu tdk di tandatangani oleh penulisnya serta perubahannya bisa dikerjakan dengan bebas, sesuai sama kepentingan navigasi kapal yang dipakai.

     

    Tautan : sumber artikel


    your comment


    Follow this section's article RSS flux
    Follow this section's comments RSS flux