• Evaluasi Tarif Kapal Penyeberangan di Danau Toba

    Kementerian Perhubungan lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memiliki rencana bakal mengevaluasi besaran tarif kapal penyeberangan di lokasi Danau Toba, Sumatera Utara. 

     

    " Saya menyuruh Direktur Angkutan serta Multimoda buat mengevaluasi tarif kapal penyeberangan di Danau Toba bersama-sama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Propinsi Sumatera Utara serta Kadishub Kabupaten/Kota yg turut serta, " kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam info tertulisnya, Minggu (1/7/2018) .  

     

    Karenanya Budi dapatkan kabar kalau tarif dari Samosir ke Tigaras sebesar Rp 7. 000 per orang hingga operator kapal diperlukan mengusung banyak penumpang buat menutupi ongkos operasional kapal, walaupun sebenarnya kemampuan kapal hanya terbatas. 

     

    " Kelak kita bakal duduk bersama-sama Kadishub Propinsi serta Kabupaten/Kota buat mengkalkulasi kembali besaran tarif yg pas lewat sejumlah pilihan perhitungan, dimana kedepannya saya mengharapkan tak ada lagi aduan dari operator kapal yg tak dapat cukupi ongkos operasionalnya, " kata Budi. 

     

    Menurutnya, hitung tarif ini dilaksanakan buat membuat keselarasan kapal kala mengerjakan penyeberangan hingga kedepannya banyaknya penumpang sesuai kemampuan kapal yg ada biar keselamatan bisa ditingkatkan 

     

    Mengenai pelajari perhitungan tarif ini dilaksanakan berdasar hasil pemantauan dari team Ad Hoc yg dibuat langsung atas perintah Menteri Perhubungan. 

     

    Seperti didapati, Kementerian Perhubungan udah memastikan bikin team Ad Hoc buat mengevaluasi serta mengerjakan perbaikan-perbaikan pada penyeberangan di Danau Toba. 

     

    Menhub udah menyuruh Ketua team Ad Hoc berbarengan Kepolisian serta KSOP buat mengerjakan pembinaan pada pelabuhan-pelabuhan yg berada pada Danau Toba. Team Ad Hoc ini sendiri punya sifat sesaat dengan jangka periode 1 minggu s/d 1 bulan. 

     

    Team SAR senantiasa mencari korban serta KM Cahaya Bangun di Danau Toba. (Liputan6. com/Reza Efendi) 

    Angkat bulan tertata keselamatan pelayaran di Danau Toba, team Ad Hoc Kemenhub santer mengerjakan pelajari serta pengawasan, satu diantaranya dengan implementasi ramp-check. 

     

    " S/d Jumat (29/6) , banyaknya kapal yg udah dilaksanakan ramp-check sejumlah 124 unit, " kata Arief Mulyanto, Kasubdit Angkutan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bertindak sebagai ketua team Ad-Hoc di Parapat, Sumatera Utara. 

     

    Data dari Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara, di daerah Danau Toba ada 215 unit kapal (lebih dari 7 GT) , 34 area pelabuhan, dengan keseluruhan sejumlah 43 trayek. 

     

    " Ramp-check dilaksanakan buat paham situasi eksisting pemenuhan faktor keselamatan serta layanan kapal dan pelabuhan, " jelas Arief. 

     

    Dari implementasi ramp-check itu, Arief menjelaskan hasil temuannya, salah satunya, terdapat banyak kapal yg beroperasi tiada membawa dokumen komplet serta dipersyaratkan, nakhoda tetap ada yg belum juga punyai sertifikat kecakapan, kapal belum juga ditambahkan alat komunikasi radio, Alat Pemadam Api Gampang (APAR) yg dipersyaratkan, kabar pemanfaatan perabotan keselamatan, serta belum juga semuanya kapal ditambahkan dengan alat pengeras nada. 

     

    " Tidak hanya itu, kita dapatkan kalau memang semua kapal punyai life jacket, tetapi jumlah tidak pas dengan kemampuan penumpang. Penempatannya pun sukar dijangkau oleh penumpang serta diikat dengan simpul mati. Serta ketika ada diatas kapal, penumpang pun tak disasarkan buat memanfaatkan life jacket, " kata Arief. 

     

    Berkenaan faktor prasarana di Danau Toba, Arief mengatakan kalau titik keberangkatan kapal menyebar pada beberapa lokasi dengan layanan yg minim serta tak penuhi standard. 

     

    " Banyaknya petugas pos pelabuhan juga hanya terbatas serta tempat pendataan manifest belum juga ada, " imbuhnya. 

     

    Menurut hasil hasil itu, team ramp-check yg terdiri dalam Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, Pemda Dishub Prov. Sumatera Utara, Pemda Dishub Kab. ditempat, serta PT. Biro Klasifikasi Indonesia udah berikan pemecahan salah satunya dengan berbagi lembaran lis penumpang serta kendaraan (manifest) terhadap operator kapal. 

     

    Lis manifest itu mesti dibikin ketika sebelum kapal diberangkatkan. Kedepannya, team terus akan menyambung aktivitas ramp-check kapal, memposisikan petugas Team Ramp-check di pelabuhan buat mendukung serta mensosialisasikan faktor keselamatan serta keamanan pelayaran, mengerjakan pembagian life jacket, diklat petugas Syahbandar / operator termasuk juga penyusunan titik keberangkatan kapal. 

     

    Sumber : referensi tulisan


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: