• Mata Kuliah Pancasila Disesuaikan

    Kementerian Penelitian, Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan sesuaikan isi materi mata kuliah Pancasila dengan karakter milenial. Walau demikian, dengan tehnis Kemenristekdikti akan mengkoordinasikan dengan Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

     

    “Kalau yang dengan BPIP kami masih tetap nantikan pertemuan bersama dengan untuk diskusi lebih tehnis,” kata Ismunandar pada Republika.co.id, Ahad (17/2). 

     

    Menurutnya, pembaharuan mata kuliah Pancasila itu tidak cuma dari sisi materi saja, tapi pun perihal cara evaluasi oleh dosen. Ismunandar menjelaskan bila perihal tehnis telah dirumuskan, jadi Kemenristekdikti akan menyosialisasikan pembaharuan itu pada beberapa dosen. 

     

    “Kemenristekdikti tetap lakukan tuntunan tehnis pada beberapa dosen, termasuk juga beberapa dosen mata kuliah harus umum,” tutur Ismunandar. 

     

    Ia membuka mata kuliah Pancasila sudah lama di ajarkan di universitas. Hal itu sudah ditata oleh Undang-undang Pendidikan Tinggi yang mengambil keputusan kurikulum pendidikan tinggi mesti berisi agama, pancasila, kewarganegaraan, serta bahasa Indonesia. 

     

    “Bahkan pendidikan tinggi di luar negeri juga dalam penyelenggaraan di Indonesia harus mengadakan empat mata kuliah nasional itu,” tutur Ismunandar. 

     

    Awal mulanya, Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pastikan, tahun ajaran baru 2019/2020 akan mulai diaplikasikan mata pelajaran Pancasila mulai tingkat pendidikan basic sampai perguruan tinggi (PT). Pelaksana Pekerjaan Kepala BPIP Hariyono menjelaskan telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Penelitian, Tehnologi, serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berkaitan mata pelajaran Pancasila buat siswa SD, SMP, serta SMA, dan mata kuliah buat mahasiswa. 

     

    "Pancasila akan jadikan mata kuliah serta pelajaran yang harus, tapi materinya dikatakan dengan kontekstual, bukan teks-teks kognitif berbentuk hafalan di kepala," kata Hariyono selesai mengevaluasi Kampung Budaya Polowijen di Kota Malang, Ahad (17/2).


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: