• Rasa Nyeri Pada Bayi

    Hasil satu studi menyimpulkan jika membelai bayi dengan lembut menolong mereka menangani perasaan ngilu sebelum melakukan mekanisme medis. 

     

    Riset yang dikerjakan oleh University of Oxford serta Liverpool John Moores University di Inggris, memonitor kegiatan otak dari 32 bayi waktu mereka melakukan tes darah--yang dapat begitu membuat depresi buat bayi. 

     

    Dengan separuh bayi dibelai dengan sikat lembut awal mulanya, eksperimen memakai electroencephalogram (EEG) yang mengukur ledakan kecil kegiatan listrik di permukaan otak. Beberapa periset memerhatikan pengurangan impuls listrik yang terarah di pusat-pusat ngilu otak diantara beberapa bayi yang tengah dibelai mudah, tapi masih tetap bereaksi pada sentuhan pendek serta cepat. 

     

    Penulis studi, Rebeccah Slater, profesor pengetahuan saraf pediatrik di University of Oxford, menjelaskan, "Sentuhan nampaknya mempunyai kekuatan analgesik tiada resiko resikonya." 

     

    Kegiatan EEG pada bayi awal mulanya sudah dapat dibuktikan bertambah sesudah tes darah, tapi lebih rendah saat intervensi, seperti obat penghilang perasaan sakit, dikasihkan awal mulanya. 

     

    Hasil tunjukkan, kegiatan di lokasi otak yang berkaitan dengan perasaan sakit menyusut sampai 60 % saat bayi dibelai, tapi cuma saat pada kecepatan 3cm per detik. Ini ialah dampak yang serupa sesudah pemakaian obat penghilang perasaan sakit topikal. 

     

    "Kami berhipotesis jika membelai akan kurangi kegiatan otak yang terkait dengan perasaan sakit, jadi kami suka memandangnya," kata Slater. 

     

    Di bagian ke-2 riset, sekitar 16 bayi dibelai dengan kecepatan 3cm per detik sebelum melakukan heel lance. Cara yang biasa dipakai untuk ambil darah dari bayi yang baru lahir. 

     

    Bayi-bayi ini mempunyai 40 % kegiatan otak yang menyusut di lokasi yang berkaitan dengan perasaan sakit dibanding dengan 16 bayi kontrol yang tidak dibelai. 

     

    Ekspresi muka pun diawasi pada paruh ke-2 eksperimen. Akhirnya tunjukkan membelai turunkan pertanda perasaan sakit seperti alis berkerut serta mata yang dipejam erat, hampir 50 %. 

     

    Dalam ke-2 riset, semua bayi membentak waktu peristiwa tes darah diawali, bahkan juga saat mereka dibelai. 

     

    "Orangtua dengan intuitif membelai bayi mereka pada kecepatan maksimal ini," kata Slater. "Bila kita bisa lebih mengerti dasar-dasar neurobiologis dari tehnik seperti pijat bayi, kita bisa tingkatkan kualitas pendapat yang dikasihkan pada orangtua mengenai langkah menghibur bayinya." 

     

    Kecepatan maksimal membelai aktifkan neuron sensorik di kulit yang dimaksud “C-tactile afferents”, yang sudah dapat dibuktikan kurangi perasaan sakit pada seorang dewasa. 

     

    Akan tetapi, awal mulanya tidak jelas apa bayi mempunyai tanggapan yang sama atau apa mereka berkembang bersamaan dengan waktu. 

     

    "Ada bukti yang tunjukkan jika C-tactile afferents bisa diaktifkan pada bayi serta sentuhan yang lamban dan lembut bisa menghidupkan pergantian kegiatan otak pada bayi," kata Slater. 

     

    Ini bukan studi pertama yang tunjukkan jika sentuhan berefek pada bayi. Skin-to-skin atau dikenal juga menjadi cara kangguru (dimana bayi prematur dipeluk supaya sama-sama bersentuhan dengan kulit untuk menggerakkan ikatan orangtua-bayi serta mungkin kurangi perasaan sakit) sudah dapat dibuktikan menolong bayi baru lahir. Sama dengan mengeset suhu tubuhnya, tingkatkan kebal badan, menggerakkan detak jantung, serta pernafasan yang sehat, pun tingkatkan berat tubuh yang sehat, menurut Parents. 

     

    Slater menjelaskan, riset yang dia kerjakan, diedarkan dalam jurnal Current Biology, bisa menuturkan bukti mitos dari kemampuan yang menentramkan dalam praktek berbasiskan sentuhan seperti pijat bayi serta perawatan cara kangguru. 

     

    "Pekerjaan awal mulanya sudah tunjukkan jika sentuhan bisa tingkatkan ikatan orang-tua, kurangi depresi buat orang-tua serta bayi, dan kurangi lamanya tinggal di dalam rumah sakit.” 

     

    Beberapa penulis riset sekarang merencanakan untuk mengulang eksperimen mereka pada bayi prematur yang jalan sensoriknya masih tetap berkembang. 

     

    Memeluk "semenjak awal serta seringkali" pada bayi pun mempunyai faedah kognitif. Seperti dikutip dari Reuters (18/3/2017), "sentuhan suportif yang disengaja" sudah diketemukan "betul-betul terpenting buat perubahan otak bayi," kata Nathalie Maitre dari Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, Ohio, Amerika Serikat.

     

    Sumber : cara harian


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: