• Dinas Pendidikan serta Berolahraga (Dikpora) Kabupaten Kulonprogo memohon Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak lakukan pemadaman listrik waktu Ujian Nasional (UN) terjadi. Kepala Seksi Kurikulum serta Penilaian SMP pada Dikpora ditempat Sumarni SPd menyampaikan untuk menyikapi perihal itu pihaknya udah bekerja bersama-sama dengan PT PLN Cabang Wates. 

     

    " Tidak cuman memohon biar PLN tidak lakukan pemadaman listrik waktu ujian, kami ikut mensyaratkan pelaksana ujian sediakan genset untuk menyikapi padamnya listrik, " tangkisnya. 

     

    Sesaat Kepala Bagian Pembinaan SD Disdikpora, Suharyono menyampaikan, UN tingkat SD/ MI bakal dilakukan pada 22 - 24 April 2019 dengan tiga mata pelajaran yg diujikan mencakup Bahasa Indonesia, Matematika serta IPA. " Banyaknya peserta yg bakal ikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Kulonprogo sekitar 6. 122 siswa, terdiri 3. 227 lelaki serta 2. 895 wanita. Peserta ujian datang dari 362 sekolah yg terbagi dalam 273 SD negeri, 60 SD swasta, 3 MI negeri serta 26 MI swasta, " katanya. 

     

    Masalah USBN diatur berdasar pada kisi-kisi USBN Tahun Pelajaran 2018/2019 yg diputuskan oleh Balitbang, sedang untuk paket masalah USBN adalah perpaduan masalah. Sekitar 20% hingga sampai 25% masalah diputuskan oleh Kementerian serta 75% masalah diatur dan diputuskan oleh Penyelenggara USBN DIY. 

     

    Sedang UNBK tingkat SMP bakal dilakukan pada 22 - 25 April 2019 dengan empat mata pelajaran mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika serta IPA. Mengenai banyaknya siswa yg bakal ikuti UNBK sekitar 5. 964 anak. Datang dari 79 sekolah terbagi dalam 36 SMP negeri, 29 SMP swasta, 6 MTs negeri serta 8 MTs swasta. " Untuk persiapan saat UNBK, 49 sekolah bisa melakukan UNBK dengan cara mandiri serta sekitar 30 sekolah menumpang ke sekolah lainnya, " tuturnya.


    your comment
  • Merdeka! Kalimat itu demikian sakral pada waktu saat perjuangan Indonesia untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Kemerdekaan itu selanjutnya didapatkan pada 17 Agustus 1945, yg tentulah gak dapat terlepas dari efek serta usaha giat beberapa pemuda. Pemuda memang miliki andil utama dalam histori Republik Indonesia. Karena himpitan pemuda yg " menculik " Soekarno serta Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat, Indonesia selanjutnya memproklamasikan kemerdekaannya. Walaupun demikian, andil pemuda dalam berusaha kemerdekaan jauh udah dijalankan sebelum 1945. Tujuh tahun sehabis berdirinya Budi Oetomo pada 1908 umpamanya, beberapa pemuda mulai bangun meskipun masihlah dalam situasi kesukuan. Bangunnya pemuda dilandasi seseorang bernama Satiman yg miliki semangat berkobar sebagai motor penggerak untuk gerakan pemuda. Tri Koro Darmo jadi wadah awal dari perhimpunan pemuda. Nantinya, beberapa pemuda jadikan satu tekadnya untuk Indonesia dalam satu momen yg diketahui dengan panggilan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. 

     

    Sumpah Pemuda, Menjunjung Dharma dalam Kebinekaan Indonesia Tri Koro Dharmo Ditulis dari buku Indonesia dalam Arus Histori (2013) , organisasi Tri Koro Dharmo adalah perkumpulan pelajar yg berdiri pada 7 Maret 1915. Anggotanya didapatkan dengan menjaring pelajar bumiputra yg datang dari perguruan serta sekolah-sekolah yg ada pada Jawa. Pelajar dari Jawa serta Madura jadi pokok dari perkumpulan ini. Tri Koro Dharmo yg lewat cara bahasa miliki arti tiga maksud mulia (sakti, bukti, bakti) , menghendaki satu pergantian dari metode pandang pemuda akan keadaan yg berlangsung di Indonesia. Sebab ada satu himpitan akan keanggotaan Tri Koro Dharmo lebih luas, jadi nama dari perkumpulan ini di ubah jadi Jong Java. Seluruhnya pelajar dari Jawa, Madura, Bali serta Lombok dapat masuk dalam wadah ini. 

     

    Artikel Lainnya : struktur cerita fabel

     

    Bermacam kongres selanjutnya dijalankan untuk menyempurnakan serta memberikan ke banyak golongan akan utamanya andil dari pemuda. Pemberantasan buta huruf jadi tujuan dari organisasi ini biar pemuda dapat memandang bebas dunia luar. Memberikan inspirasi Sesungguhnya, udah ada perkumpulan pemuda sebelum Tri Koro Dhamo dengan nama Perhimpunan Indonesia. Akan tetapi, organisasi yg dibuat pada 1908 itu cuma hanya perkumpulan mahasiswa yg belajar di Belanda serta belum pula memperlihatkan andil aktifnya di Indonesia. Keadaan selanjutnya beralih waktu beberapa tokoh masuk ke Perhimpunan Indonesia, umpamanya Tjipto Mangoenkoesoemo serta Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada 1913. Nantinya, muncul nama tokoh berbeda yg dibuat Perhimpunan Indonesia serta terdaftar bertindak utama dalam kemerdekaan, umpamanya Sutan Sjahrir serta Mohammad Hatta. 

     

    Baru sehabis beberapa mahasiswa Perhimpunan Indonesia itu kembali lagi Tanah Air, mereka mulai berhimpun serta berjalan untuk kemerdekaan Indonesia. Beberapa pemuda ini mulai mengetahui akan maksud bersama-sama serta kurangi perpecahan yg dipicu ketaksamaan mereka yg datang dari beragam suku bangsa serta agama. Dalam buku 45 Tahun Sumpah Pemuda (1974) yg diluncurkan oleh Museum Sumpah Pemuda, dijelaskan kalau sehabis Tri Koro Dharmo atau Jong Java mulai muncul perkumpulan pemuda kedaerahan yang lain. Tidak hanya Perhimpunan Indonesia, juga ada Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islaminten Bon, Pemuda Golongan Betawi, Pemuda Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) serta ada banyak yang lain. Mereka terasa perlu support untuk dapat menyatu untuk kemerdekaan. Muncul ide untuk dapat mencampurkan dari beberapa perhimpunan pemuda ke satu musyawarah besar. Kongres Pemuda I selanjutnya dijalankan pada 30 April sampai 2 Mei 1926. 

     

    Artikel Terkait : text sejarah

     

    Ceramah-ceramah yg dikasihkan dalam kongres itu belum pula dapat jadikan satu persatuan Indonesia. Masih tetap terdapatnya ego kedaerahan yg kuat dari tiap-tiap group. Selanjutnya, mereka sadar kalau ego kedaerahan itu akan membuat jadi lebih sulit Indonesia untuk menyatu serta berusaha menantang penjajahan. Pada 27 sampai 28 Oktober 1928, kebanggaan serta perasaan senasib beberapa pemuda menjadi anak bangsa membuat mereka bergabung kembali. Kongres Pemuda II diadakan, dengan kepanitiaan dari bermacam perkumpulan. Dari kiri : mr. Sujono Hadinoto, LN Palar, mr. M. Yamin serta mr. Joesoef Wibisono. (Dok. Kompas) Sugondo Djojopuspito dari PPPI menjadi ketua, Djoko Marsaid dari Jong Java menjadi wakil ketua, Mohammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond menjadi sekretaris, serta Amir Sjarifuddin dari Jong Batak menjadi bendahara. Mereka bergabung di Batavia (Jakarta) serta mulai mengatakan satu persetujuan berbarengan akan utamanya persatuan pemuda. Deklarasi lantas dijalankan, serta diketahui dengan nama " Sumpah Pemuda " . Makna " Sumpah Pemuda " sendiri tidak tampil dalam putusan kongres itu, tetapi dikasihkan setelah itu. 

     

    Mengenai dari hasil Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 itu yaitu : Pertama : Kami putra serta putri Indonesia, menyatakan bertumpah darah yg satu, tanah Indonesia. Ke dua : Kami putra serta putri Indonesia menyatakan berbangsa satu, bangsa Indonesia Ke-3 : Kami putra serta putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Rumusan sumpah udah terdaftar serta dibacakan dalam acara itu. Pada waktu pemerintahan Presiden Soekarno, adalah pada 1959, tanggal 28 Oktober diputuskan menjadi Hari Sumpah Pemuda lewat Ketetapan Presiden Nomer 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Sumpah Pemuda dimaknai menjadi momen bersatunya beberapa pemuda, yg selanjutnya berjalan bersama-sama serta berusaha ke arah Indonesia merdeka. 


    your comment
  • Nama Ratna Sarumpaet dalam beberapa saat ini tengah ramai jadi pembicaraan. Lebih waktu video Ratna yg geram lantaran tidak terima mobilnya diderek oleh Dinas Perhubungan DKI jadi viral. 

     

    Nada pria yg merekam peristiwa itu menyebutkan pribadi wanita ialah Ratna Sarumpaet. Ia pun mempersoalkan mengapa mobil Ratna diderek walau sebenarnya tiada rambu larangan parkir di ruas jalan itu. Dalam rekaman video itu Ratna mengatakan dapat mengabari Anies. 

     

    Baca Juga : contoh teks pidato singkat tentang narkoba

     

    " Perda apakah, manakah peraturannya. Oke saya telephone Anies saat ini ya, " kata Ratna waktu turut serta perbincangan dengan petugas Dishub. 

     

    Dengan cara terpisah, waktu di konfirmasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyanggah ditelepon Ratna berkaitan mobilnya yg diderek oleh petugas Dishub DKI. Menurut Anies, dirinya sendiri tempo hari punyai agenda yg padat hingga tidak sudah sempat melihat ulang telephone genggamnya. 

     

    " Oh tak enggak jika telephone, anda kenal sendiri tempo hari saya sidang BPKSP hingga siang kan berada pada area segalanya jadi saya tak terima telephone apa pun, " jawab Anies di Gedung DPRD DKI, Rabu (4/4) . 

     

    Anies tidak membetulkan perbuatan yg dilaksanakan oleh Ratna ataupun petugas atau staf yg menopang kembalikan mobil Ratna yg diderek lantaran parkir asal-asalan. Anies mengatakan tidak membetulkan siapa-siapa saja yg melanggar Standard Operasional Mekanisme. 

     

    " Jika ada perbuatan yg tidak ikuti SOP, karena itu perbuatan tersebut telah pelanggaran hukum. Jadi jika petugas kita menindak lantas ada yg keberatan ada langkahnya untuk memprotes, ada tata metodenya. Serta bila di itu benar karena itu jalan senantiasa serta bila salah karena itu ada tata metodenya untuk pemerintah merubah rugi, " tutur Anies. 

     

    Read More : cerita anekdot lucu

     

    Eks Menteri Pendidikan serta Kebudayaan ini menuturkan jika usaha yg dilaksanakan oleh Dishub DKI menderek mobil Ratna adalah usaha penegakan hukum. Hingga, eks Mendikbud ini minta biar tiap-tiap memprotes pun lewat mekanisme hukum. 

     

    Ia lantas memiliki rencana dapat mendisiplinkan petugas yg melanggar SOP lantaran kembalikan mobil Ratna tiada lewat mekanisme hukum. 

     

    Perbuatan Ratna itu mengundang reaksi beraneka dari warganet, diantaranya membuat cuitan-cuitan lucu di social media twitter. Dibawah ini guyonannya :


    your comment
  • Ialah Sri Maharaja Kertajaya ialah raja paling akhir Kerajaan Kediri (atau Kerajaan Panjalu) yang menyuruh pada 1194-1222. 

     

    Kerajaan ini beribukota di Daha (Dahanapura) yang terdapat di pinggir Sungai Brantas, dengan lokasi kekuasaan mencakup Madiun serta daerah sisi barat Kerajaan Medang Kamulan. 

     

    Berita mengenai Kerajaan Kediri sejumlah besar pun didapat dari berita China. Berita China ini adalah himpunan narasi dari beberapa pedagang China yang lakukan pekerjaan perdagangan di Kerajaan Kediri. 

     

    Seperti Kronik China bernama Chu fan Chi karangan Chu ju kua (1220 M). Buku ini banyak ambil narasi dari buku Ling wai tai ta (1778 M) karangan Chu ik fei. Ke-2 buku ini menjelaskan kondisi Kerajaan Kediri pada era ke-12 serta ke-13 Masehi. 

     

    Bukti riwayat kehadiran tokoh Kertajaya yang disebut raja paling akhir Panjalu Kediri yaitu dengan ditemukannya Prasasti Galunggung (1194), Prasasti Kamulan (1194), Prasasti Palah (1197), serta Prasasti Wates Kulon (1205). 

     

    Dari prasasti-prasasti itu bisa didapati nama titel Abhiseka Kertajaya ialah Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa. 

     

    Nama Kertajaya pun ada dalam Kakawin Nagarakretagama (1365) kitab sastra yang dikarang beberapa ratus tahun sesudah jaman Kerajaan Kediri oleh Empu Prapanca seseorang tokoh agama di Istana Majapahit. 

     

    Sedang dalam Kitab Pararaton, Kertajaya dinamai Prabu Dandhang Gendis. 

    Konon dengan kesaktiannya, Prabu Dandhang Gendis dapat duduk diatas tombak tajam yang berdiri tiada terluka dikit juga. 

     

    Diceritakan pada pemerintahannya Prabu Dandhang Gendis mengatakan, dianya dewa serta ingin disembah beberapa pendeta Hindu serta Buddha seperti Firaun dalam waktu Nabi Musa AS yang mengakui menjadi Tuhan. Rakyat juga diminta menyembahya, buat yang tidak menurut akan dibunuh. 

     

    Tindakan sang Prabu Kertajaya yang mengakui menjadi tuhan itu lalu ditentang oleh golongan pemuka agama. Beberapa brahmana juga menampik ketuhanan Kertajaya. 

     

    Penolakan pada pernyataan Raja Kertajaya nyatanya menyebabkan jelek buat beberapa brahmana, mereka disiksa dengan kejam, buat yang mengaku ketuhannya akan dibebaskan dari hukuman. Sesaat buat yang tidak mengaku akan disiksa sampai mati. 

     

    Merasakan tingkah laku rajanya yang telah menyimpang kewajaran, beberapa brahmana lalu pilih menyingkir dari Kota Daha, sekalian mengatakan kesesatan Prabu Kertajaya pada semua Rakyat Kerajaan yang ditemuinya. 

     

    Pada saat itu Raja Kertajaya sesumbar jika dianya cuma dapat ditaklukkan oleh Dewa Siwa. 

    Bersamaan dengan itu, di Tumapel beredar berita jika Tunggul Ametung seseorang Akuwu Tumapel, Adipati bawahan Kerajaan Kediri yang setia pada Raja Kertajaya dibunuh oleh Prajuritnya yang bernama Ken Arok. 

     

    Ken Arok lalu menggantikan Tumapel menukar Tunggul Ametung serta mengakui menjadi titisan Dewa Siwa. 

     

    Merasakan itu, beberapa brahmana yang awal mulanya terpencar-pencar hindari kejaran Kerajaan Kediri bersama-sama minta perlindungan pada Ken Arok. 

     

    Ken Arok dengan keahliannya manfaatkan keadaan, ia lantas mencari simpati beberapa brahmana, serta janji jika akan lakukan pemberontakan pada Raja Kediri Kertajaya yang mengakui dewa atau tuhan. Ken Arok pun janji akan menaklukan Raja Kertajaya. 

     

    Lalu beberapa Brahmana menganugrahi titel pada Ken Arok dengan Titel Batara Guru. Mulai sesudah itu Ken Arok diputuskan oleh beberapa brahmana menjadi perwujudan atau titisan dewa. 

     

    Titel Batara Guru itu dipercaya menjadi usaha pemberian keyakinan pada Ken Arok, sebab pada saat itu Raja Kertajaya sesumbar jika dianya cuma dapat ditaklukkan oleh Dewa Siwa. Seperti didapati jika Batara Guru adalah nama lainnya dari Siwa. 

     

    Sesudah beberapa Brahmana memberi suport penuh pada Ken Arok, diangkatlah lalu Ken Arok jadi Raja Tumapel yang merdeka dari Kerajaan Kediri. Sesaat beberapa brahmana setelah itu memengaruhi rakyat supaya memberontak bersama Ken Arok menantang Kediri. Rakyat lalu bersama-sama menolong Ken Arok untuk menaklukkan Kediri. 

     

    Lihat Tumapel membangkang, jadi Raja Kertajaya mengirim pasukannya untuk menyerang daerah itu. Tumapel digempur habis-habisan oleh Pasukan Kerajaan Kediri. 

    Akan tetapi sebab Tumapel di dukung beberapa brahmana serta rakyat, jadi serangan untuk serangan Kediri bisa ditumpas. 

     

    Tetap mendapatkan kemenangan dari tiap-tiap pertarungan, Tumapel yang di dukung rakyat lalu bergantian menyerang balik Ibukota Kerajaan Kediri. Ibu Kota Kerajaan Kediri juga pada akhirnya bisa diambil serta dalam pertarungan paling akhir konon Ken Arok sukses membunuh Prabu Kertajaya. 

     

    Sesudah Ibukota Kediri bisa ditaklukan jadi dengan automatis semua sisa lokasi Kerajaan Kediri masuk pada kekuasaan Tumapel. Ken Arok lalu merubah nama kerajaannya dengan nama Singasari. 

     

    Sesudah itu posisi Kediri yang sebelumnya jadi pusat kerajaan bertukar jadi Keadipatian bawahan Singasari. Meski begitu, Ken Arok mengusung anak Raja Kertajaya yakni Jayasbaha menjadi penguasa Kediri setelah itu. 

     

    Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya, yang bernama Sastrajaya. Lalu tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya yang bernama Jayakatwang. Nantinya Jayakatwang atau adipati Gelang-gelang ini lalu lakukan pemberontakan pada Singasari serta dalam pemberontakan itu Jayakatwang bisa menaklukan Singasari, serta untuk setelah itu ia menghidupkan kembali Kerajaan Kediri.


    your comment
  • Kementerian Penelitian, Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan sesuaikan isi materi mata kuliah Pancasila dengan karakter milenial. Walau demikian, dengan tehnis Kemenristekdikti akan mengkoordinasikan dengan Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

     

    “Kalau yang dengan BPIP kami masih tetap nantikan pertemuan bersama dengan untuk diskusi lebih tehnis,” kata Ismunandar pada Republika.co.id, Ahad (17/2). 

     

    Menurutnya, pembaharuan mata kuliah Pancasila itu tidak cuma dari sisi materi saja, tapi pun perihal cara evaluasi oleh dosen. Ismunandar menjelaskan bila perihal tehnis telah dirumuskan, jadi Kemenristekdikti akan menyosialisasikan pembaharuan itu pada beberapa dosen. 

     

    “Kemenristekdikti tetap lakukan tuntunan tehnis pada beberapa dosen, termasuk juga beberapa dosen mata kuliah harus umum,” tutur Ismunandar. 

     

    Ia membuka mata kuliah Pancasila sudah lama di ajarkan di universitas. Hal itu sudah ditata oleh Undang-undang Pendidikan Tinggi yang mengambil keputusan kurikulum pendidikan tinggi mesti berisi agama, pancasila, kewarganegaraan, serta bahasa Indonesia. 

     

    “Bahkan pendidikan tinggi di luar negeri juga dalam penyelenggaraan di Indonesia harus mengadakan empat mata kuliah nasional itu,” tutur Ismunandar. 

     

    Awal mulanya, Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pastikan, tahun ajaran baru 2019/2020 akan mulai diaplikasikan mata pelajaran Pancasila mulai tingkat pendidikan basic sampai perguruan tinggi (PT). Pelaksana Pekerjaan Kepala BPIP Hariyono menjelaskan telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Penelitian, Tehnologi, serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berkaitan mata pelajaran Pancasila buat siswa SD, SMP, serta SMA, dan mata kuliah buat mahasiswa. 

     

    "Pancasila akan jadikan mata kuliah serta pelajaran yang harus, tapi materinya dikatakan dengan kontekstual, bukan teks-teks kognitif berbentuk hafalan di kepala," kata Hariyono selesai mengevaluasi Kampung Budaya Polowijen di Kota Malang, Ahad (17/2).


    your comment



    Follow articles RSS
    Follow comments' RSS flux