• Ujian Nasional Berbasis Komputer

    Peserta Ujian Nasional Berbasiskan Computer (UNBK) tahun ini sampai 6,2 juta siswa atau bertambah 166% dibanding 2017. Sedang peserta Ujian Nasional Kertas Pencil (UNKP) cuma 1,8 juta siswa. Ujian Nasional 2018 dibarengi keseluruhan 8,1 juta peserta didik dengan 96.000 unit pendidikan. Jumlahnya peserta terdiri atas 6.293.552 siswa (78%) siap ikuti UNBK, serta 1.810.087 siswa (22%) akan ikuti UNKP. 

     

    Disaksikan dari jumlahnya, 78% siswa yang ikuti UNBK ini begitu berarti banyaknya dibanding tahun kemarin. “Tahun awal mulanya yang ikuti UNBK cuma sampai 3,7 juta peserta. Kemendikbud begitu mengapresiasi peranan pemerintah daerah dalam UN tahun ini,” kata Kepala Tubuh Riset serta Peningkatan (Balitbang) Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno waktu pertemuan wartawan UN 2018 di kantor Kemendikbud, Jakarta, tempo hari. 

     

    Kenaikan berarti peserta UNBK tahun ini diantaranya sebab sekolah dapat share gunakan computer yang di milikinya untuk siswa dari sekolah lainnya. Perihal ini dapat dikerjakan sebab tanggal penerapan UN di tahap SMP, SMA, serta SMK dibikin berlainan hingga piranti computer dapat di maksimalkan untuk semua siswa. 

     

    Penerapan UN tahun ini lebih santai sebab UN tak akan men jadi prasyarat kelulusan. Menurut Kepala Tubuh Standard Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi, UNBK dapat tingkatkan indeks jujur dan berkarakter kuat sekolah. Tetapi di lain sisi, ada rintangan yang ditemui yaitu naiknya indeks jujur dan berkarakter kuat mesti dibarengi oleh naiknya prestasi akademik. 

     

    “Ini rintangan bersamanya. Salah satunya langkah untuk tingkatkan adalah dengan asesmen pada penilaian tingkat kelas serta unit pendidikan,” tuturnya. Oleh karenanya, semenjak tahun kemarin ada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan keinginan tingkatkan potensi guru membuat masalah. 

     

    “Karena sampai kini guru condong bertanya masalah apakah yang telah di ajarkan,” tuturnya. Bambang menuturkan, UN tahun ini ada masalah isian singkat pada pelajaran Matematika di tingkat SMA. Diluar itu, Sertifikat Hasil UN (SHUN) sekarang menggunakan digital signature serta bukan tanda-tangan basah. 

     

    Diluar itu, Pertolongan Operasional Sekolah (BOS) dapat juga digunakan untuk membiayai proktor (pengawas) ujian di unit pendidikan. Ia menuturkan, meningkatnya peserta UNBK tidak hanya untuk menggelorakan semangat kejujuran, pun untuk menjawab rintangan lainnya yaitu prestasi belajar. 

     

    Diluar itu, UNBK pun dapat menjawab efektivitas baik dari sisi waktu ataupun penerapan di banding kan UNKP. “UN jalan keluar untuk (penerapan) ujian masif, keadaan Indonesia yang heterogen serta kepulauan yang bergam,” tuturnya. 

     

    Propinsi yang siap mengadakan 100% UNBK pada tahap sekolah menengah kejuruan (SMK), yakni Aceh, Bangka Belitung, Banten, Beng kulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi Tengah. 

     

    Pada tahap sekolah menengah atas (SMA), propinsi yang siap mengadakan 100% UNBK salah satunya Aceh, Banten, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

     

    Sesaat propinsi yang siap mengadakan 100% UNBK pada tahap sekolah menengah pertama (SMP), salah satunya DKI Jakarta serta DI Yogyakarta. “Tantangan kita selanjutnya ialah tingkatkan prestasi serta capaian dalam UN. Karena itu memerlukan perbaikan serta penambahan proses evaluasi,” katanya. 

     

    Periset Pusat Studi Pendidikan serta Kebijaksanaan (PSPK) Najeela Shihab merekomendasikan manfaat UN butuh dilihat keseluruhannya. Masalahnya sebenarnya sekarang ini tidak dipakai kembali untuk seleksi masuk perguruan tinggi. Hingga manfaat yang tersisa hanya untuk masuk tahap SMP serta SMA. 

     

    Akan tetapi, manfaat ini juga butuh disaksikan hubungannya dengan zonasi sekolah dan proses penerimaan siswa baru yang lain. Najeela menuturkan, manfaat UN untuk perbaikan pendidikan daerah berkait dengan pemakaian data hasil UN pun tidak jelas implementasinya. 

     

    Contohnya apa daerah akan mendapatkan atau membagikan anggar an lebih untuk peningkatan kompetensi guru atau pembelian bahan ajar yang diperlukan sama dengan hasil ujian. “Ini pun dalam praktiknya kita belumlah temukan rencana serta politik biaya semacam ini,” terangnya. 

     

    Sesaat di lain sisi, manfaat UN di level sekolah, siswa serta guru juga belumlah maksimal untuk memastikan gagasan tindakan yang berkait dengan belajar-mengajar anak. Menurut Najeela, yang penting saat ini ialah mengevaluasi lagi roadmap kebijaksanaan pendidikan nasional yang berkait dengan asesmen serta perbaikan kualitas. 

     

    "Jangan pernah yang muncul cuma ketakutan akan ujian atau penilaian, atau pekerjaan logistik serta penghamburan biaya yang jangan-jangan tidak memberi dukungan penambahan kualitas pendidikan. 

     

    “Tugas Kemendikbud serta pemda tidak cuma dipenyelenggaraan ujian, tetapi pun malah memberi dukungan persiapan semua pihak di ekosistem pendidikan untuk sukses dalam melakukan pendidikan yang terunggul buat anak, sebelum dan setelah ujian,” tuturnya.

     

    Sumber  : cara menentukan median


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: